Unduh aplikasi

← Blog Verify Veg

Daftar E Numbers Halal dan Haram: Kode yang Perlu Dicek

Daftar E Numbers Halal dan Haram: Kode yang Perlu Dicek

Daftar E Numbers Halal dan Haram: Kode yang Perlu Dicek

Anda berdiri di rak biskuit di kota yang belum Anda kenal. Labelnya menyebut “emulsifier (E471)” dan “perisa”, dan tidak satu pun memberi tahu apakah biskuit itu halal, karena E number menyembunyikan bahan asal aditifnya. Daftar ini membagi kode yang paling sering ditanyakan menjadi tiga kelompok dan menandai di mana lembaga sertifikasi berbeda pendapat.

Poin Penting

  • Sebagian besar E number berasal dari tumbuhan, mineral, atau sintetis, dan tidak ada lembaga sertifikasi yang mempersoalkannya.
  • Beberapa kode memang hewani sejak awal: E120 (serangga), E441 (gelatin), E542 (tulang).
  • Kelompok syubhat, yaitu E471, E472a-f, E920, E631, E635, dan E1518, bisa berasal dari tumbuhan atau hewan.
  • Lembaga sertifikasi berbeda pendapat ke dua arah, jadi E number bukan putusan akhir. Produk dan lembaga yang Anda ikuti yang menentukan.

Ringkasnya: Hanya sekitar selusin E number yang perlu dicek, sisanya hampir selalu aman. Hindari E120, E441 (gelatin babi), dan E542 kecuali produknya bersertifikat. E471, E472a-f, E920, E631, E635, dan E1518 bersifat syubhat, sehingga putusannya bergantung pada sumber bahannya.

Jawaban singkatnya

SANHA, South African National Halaal Authority, merumuskan aturannya dalam panduan E number, diakses 2026-09-24: sebagian aditif “selalu” berasal dari hewan, kode seperti E471 “dapat berasal dari hewan atau tumbuhan sehingga harus diselidiki satu per satu”, dan “sebagian besar aditif dapat diterima.” Kode-kode ini memang sebagian besar pati, gum, asam, mineral, dan vitamin (European Commission, diakses 2026-09-24).

Kelompok 1: umumnya halal

E numberNamaAsal bahan
E100KurkuminKunyit
E300Asam askorbat (vitamin C)Sintetis, tumbuhan
E322LesitinHampir selalu kedelai atau bunga matahari
E330Asam sitratFermentasi
E406AgarRumput laut
E500Natrium bikarbonatMineral
E621MSGFermentasi
E1105LisozimPutih telur ayam

E1105 masuk daftar halal SANHA karena berasal dari putih telur (SANHA, E1105, diakses 2026-09-24). Itu masalah bagi vegan, bukan bagi Muslim, sehingga daftar versi vegan mengurutkannya berbeda.

Kelompok 2: umumnya haram, atau haram tanpa sertifikat

E numberNamaKenapa bermasalahApa yang bisa mengubah putusan
E120Karmin, kocinealSerangga kocineal yang dihancurkanIstihalah, menurut Dar al-Ifta Mesir
E441GelatinKulit dan tulang babi, atau sapi yang tidak disembelih secara IslamiGelatin sapi bersertifikat halal, atau gelatin ikan
E542Fosfat tulang edibleTulang hewanTulang dari hewan yang disembelih secara halal

SANHA menetapkan E120 haram dan menggolongkan E441 serta E542 sebagai selalu berasal dari hewan (SANHA, E number haram, diakses 2026-09-24). Malaysia lebih tegas: JAKIM tidak mengizinkan E120 dalam produk bersertifikat halalnya (Halalketak, diakses 2026-09-24). Di Indonesia label halal diterbitkan BPJPH berdasarkan fatwa MUI. Gelatin sering menjebak karena “gelatin sapi” tidak otomatis halal: hewannya harus disembelih secara Islami dan pabriknya tersertifikasi (apakah gelatin vegetarian).

Kelompok 3: syubhat, kode yang meragukan

Syubhat berarti kode yang sama bisa berasal dari tumbuhan atau hewan, dan labelnya sering tidak menyebutkan yang mana.

E numberNamaJalur tumbuhanJalur hewan
E422Gliserol, gliserinKelapa sawit, kedelaiLemak hewan
E471Mono dan digliseridaMinyak nabatiLemak hewan
E472a-fEster asam lemakMinyak nabatiLemak hewan
E631Dinatrium inosinatFermentasiEkstrak daging, sarden kering
E635Dinatrium ribonukleotidaFermentasiE631 dari daging atau ikan
E904ShellacResin serangga lacTidak berlaku
E920L-sisteinSintetis, fermentasiRambut, bulu, bulu babi
E1517, E1518Gliseril diasetat dan triasetatGliserol nabatiGliserol hewani

SANHA menandai E471, E472a-f, E542, E631, E635, dan E920 sebagai mashbooh, atau meragukan (SANHA, E number mashbooh, diakses 2026-09-24). Entri E631-nya menyebut dua jalur: “ekstrak daging atau sarden kering atau fermentasi mikrobiologis”. E635 adalah campuran E627 dan E631, jadi masalahnya ikut terbawa.

Lembaga sertifikasi Malawi, HD-MAM, anggota World Halaal Council, mencantumkan E1518 triacetin sebagai mushbooh dengan alasan “periksa sumber gliserolnya” (Halaal Department Malawi, diakses 2026-09-24). Untuk E920, lihat L-sistein dalam roti. Satu jalan pintas berlaku di Eropa: tanda “suitable for vegetarians” berarti E471, E472, dan E476 tidak mungkin hewani, sehingga hanya alkoholnya yang perlu dicek (IslamQA, Muftisays, diakses 2026-09-24).

Kenapa E120 dan E904 membelah ulama

Keduanya dari serangga, dan keduanya bergantung pada istihalah: gagasan bahwa suatu zat bisa berubah begitu jauh sehingga kenajisan asalnya tidak lagi berlaku. SANHA menetapkan E120 haram dan E904 halal (SANHA, E904, diakses 2026-09-24), meski yang kedua adalah sekresi serangga lac. JAKIM, yang mengikuti mazhab Syafi’i, menolak istihalah, sehingga E120 tidak diizinkan dalam produk bersertifikatnya.

Dar al-Ifta Mesir menjawab sebaliknya: zat itu berubah komposisi begitu lengkap sehingga menjadi “suci dan boleh”, meski sebagian besar ulama menganggap memakan serangganya sendiri tidak diperbolehkan (Dar al-Ifta, fatwa 6880, diakses 2026-09-24). Aditif yang sama, tiga jawaban berbeda.

Alkohol, perisa, dan ekstrak vanila

Alkohol muncul dalam makanan sebagai pelarut, bukan minuman. E1510 adalah etanol, sedangkan E1517 dan E1518 adalah gliserol asetat yang dipakai sebagai pembawa; SANHA mencantumkan ketiganya sebagai mushbooh. Fikihnya juga terbelah. Dar al-Ifta Mesir menerapkan istihlak: alkoholnya terlalu encer untuk memabukkan bahkan dalam jumlah besar, dan lembaganya mencatat pandangan bahwa alkohol yang diproduksi secara kimia bukan khamr (Dar al-Ifta, fatwa 6245, diakses 2026-09-24). Darul Ifta Birmingham memaparkan dua posisi Hanafi: memperlakukan alkohol non-khamr seperti khamr, atau membolehkan kadar yang tidak memabukkan (IslamQA, diakses 2026-09-24). Jadi ekstrak vanila diserahkan pada lembaga yang Anda ikuti, atau ganti dengan vanila tanpa alkohol.

Cara memeriksa produk di rak

Aturannya berbeda menurut wilayah, jadi periksa aturan lokalnya lebih dulu. Indonesia mewajibkan sertifikasi halal untuk makanan, minuman, dan bahan tambahan pangan produksi usaha menengah dan besar sejak 18 Oktober 2024, dengan tenggat 17 Oktober 2026 bagi usaha kecil (BPJPH, diakses 2026-09-24). Di Amerika Serikat dan sebagian besar Eropa sertifikasinya sukarela, jadi tidak adanya logo tidak membuktikan apa pun.

  1. Cari logo sertifikasi halal dari lembaga yang Anda percaya. Kalau ada, selesai.
  2. Kalau tidak ada, cocokkan kodenya dengan tabel di atas.
  3. Cari kata sumbernya: “minyak nabati” atau “palm” untuk E471 dan E472; “gelatin sapi” atau “gelatin ikan” untuk E441.
  4. Pindai produknya dengan mode halal aktif, dan kode di atas ditandai dalam hitungan detik.

Panduan makanan halal untuk wisatawan membahas bandara dan restoran, sedangkan bahan umum di Malaysia berguna di wilayah yang sertifikasinya sudah jadi kebiasaan.

Kesimpulan

Hindari E120, anggap E441 dan E542 haram kecuali bersertifikat, dan berhati-hatilah dengan E471, E472, E920, E631, dan E635 sampai Anda tahu sumber bahannya. Periksa produknya, bukan hanya kodenya.

Cek sebelum membeli. Aplikasi Verify Veg memindai barcode atau membaca daftar bahan dari foto dan menandai bahan sesuai diet Anda (vegan, vegetarian, halal, kosher, jain, dan lainnya). Unduh di App Store - Android segera hadir.

Ditulis oleh Samir Narain, pendiri Verify Veg. Verify Veg membantu orang memeriksa makanan kemasan sesuai diet mereka dengan memindai barcode dan membaca daftar bahan dari foto.

Catatan: Verify Veg memberikan pemeriksaan kompatibilitas berbasis bahan, bukan sertifikasi. Sumber bahan dapat berbeda menurut produsen, jadi selalu konfirmasi dengan merek atau penjual.